W93IU

BIG FANS OF IU

Replacement

2 Comments

image

Poster by : Yessy Mandzukic
@ EXO Kingdom

REPLACEMENT part 1

Main Cast:
IU_Lee Jieun
Park Chanyeol (EXO)

Support Cast.:
Bae Suzy (missA)
EXO

Author: lurvLIUsomuchxx

Length: Series

Genre: Romance,sad? dll

Rating: PG-15

happy reading…

#ini FF my Chingu/Eon Anna Uaena ^^
Rrrriiiinnnggg…..

Seketika setelah suara bel berbunyi, semua siswa pergi meninggalkan kelas. Dua pemuda berjalan dengan di selingi canda diantara mereka. Namun salah satu laki-laki yang memakai topi hitam dengan postur tubuh lebih tinggi sesekali menatap kearah kanannya. Memperhatikan seorang gadis cantik yang juga sedang sibuk berbincang dengan temannya.

“Yeol, kau pasti tidak akan menyangka kalau…” belum pemuda berwajah manis melanjutkan ucapannya. Laki-laki yang di panggil Yeol itu sudah memotong ucapan temannya.

“Baekhyun… kurasa hari ini aku tidak akan pulang dengan kalian. Aku masih ada urusan. Katakan pada yang lain aku akan datang terlambat untuk latihan kita nanti ya?.” Tidak menunggu jawaban dari sahabatnya yang bernama Baekhyun itu. laki-laki bertubuh tinggi itu sudah terlebih dahulu berlari menuju gerbang sekolahnya.

Setelah cukup lelah berlari, akhirnya ia bisa bernafas lega karena ternyata orang yang dia cari sedang duduk di halte bus dengan earphone tersumpal di kedua telinga gadis itu.

Chayeol tersenyum melihat gadis cantik itu tidak menyadari keberadaannya saat dia berjalan mendekatinya dan duduk disamping kanan gadis itu. dan dengan senyum yang semakin lebar dia mengikuti aksi gadis di sebelahnya dan memasang earphone ke kedua telinganya. Dan mendengarkan lagu yang
juga sama dengan gadis itu sedang dengarkan.

Hanya memperlukan waktu kira-kira 15 menit mereka menunggu. Akhirnya bus datang. dengan segera Chanyeol mengikuti langkah gadis itu dan duduk di kursi tepat di belakang gadis itu duduk.

Chanyeol hanya tersenyum menyadari tingkah anehnya. Seperti seorang penguntit yang selalu membuntuti gadis ini saat sepulang sekolah dan pergi setelah gadis yang ia buntuti masuk kerumahnya.

Tapi apa yang bisa dia lakukan jika organ tubuhnya selalu menolak apa yang otaknya perintahkan dan justru mengikuti kata nalurinya.

Biarlah, cinta semasa muda memang terlalu aneh dan menyenangkan untuk di cegah. Biarlah perasaan yang berkata dan logika yang akan menjadi pilihan kedua.

***
Setelah keluar dari bus, Chanyeol masih tetap mengikuti gadis yang masih saja tidak menyadari keberadaannya. Menyisakan beberapa langkah dari tempat gadis itu berjalan Chanyeol masih memperhatikan gadis itu yang terlihat tidak
memperdulikan lingkungan di sekitarnya. Dan hanya focus pada jalan menuju rumahnya dengan music mengiringi perjalan pulangnya melalui earphone di telinganya.

Namun kali ini Chanyeol ingin walau sekali saja bisa menyapa gadis itu. setelah hampir dua bulan ini selalu mengikutinya membuatnya tidak sabar dengan sikap pengecutnya.

Dia mulai mempercepat jalannya namun saat gadis itu berbalik, Chayeol malah ikut berbalik. Lagi, Chanyeol hanya bisa merutuki kebodohannya.

Chanyeol kembali berbalik dan memandangi gadis itu yang sekarang sudah melanjutkan kembali jalannya. Dengan berat pundak, Chanyeol kembali berjalan.

Dan berhenti saat melihat gadis itu mulai membuka pintu depan rumahnya. Chanyeol hanya diam di posisinya.
Memperhatikan rumah bercat putih gading yang terlihat nyaman itu.

Dia mengehela nafas, dan berniat ingin kembali ke rumahnya. Namun saat dia berbalik. Dia harus dikagetkan dengan keberadaan seorang gadis yang sudah berdiri tepat di depannya.

“Ohhh… Kau mengagetkanku.” Ucapnya sambil mengelus dadanya serta ekspresi wajahnya yang memperlihatkan kekagetannya.

“Mianhe.” Ucap gadis di depannya dengan suara lirih, hingga Chanyeol tidak bisa membedakan itu suara atau hanya sebuah bisikan.

“Ah,,, aku yang seharusnya minta maaf. Karena mungkin aku juga sudah membuatmu terkejut.”

Gadis di depannya hanya mengangguk dan berniat untuk
berjalan ke depan melewati Chanyeol. Namun dengan sigap Chanyeol berjalan mengikutinya dan kini dia sudah berada tepat di depan gadis itu.

“Apa kau juga tinggal di kompleks ini?” Tanya Chanyeol ingin tahu. dan dibalas anggukan dari gadis bertubuh kecil itu.
“Kalau begitu yang sebelah mana rumahmu?.” Gadis itu hanya bisa menaikkan sebelah alisnya. Tidak mengerti dengan sikap ingin tahu laki-laki di depannya ini. Melihat respon tidak senang dari lawan bicaranya Chanyeol buru-buru menjelaskan apa yang dia maksud.

“Ahh,,, maaf kalau kau berfikir aku telah bertindak tidak sopan. Aku hanya ingin tahu saja, karena temanku juga tinggal di kompleks ini. Mungkin saja kita bisa berteman juga.”
Gadis itupun menunjuk sebuah rumah yang berada tepat disamping rumah bercat putih gading. Rumah gadis yang Chanyeol buntuti.

“Benarkah?” seketika wajah Chanyeol bersinar. Dengan senyum lebar yang mampu membuat semua orang yang melihatnya ikut tertawa. Tapi tidak dengan gadis di depannya ini. Yang hanya menganggguk mengiyakan.

“Jadi kau adalah tetangga dari Suzy?.” Sekali lagi di jawab anggukan dari gadis di depannya.

“Ah,,, kalau begitu salam kenal. Tetangganya Suzy. Aku Park Chanyeol teman Suzy di sekolah.” Ucap Chanyeol lalu membungkuk 90 derajat.

Sedangkan gadis di depannya hanya memandang Chanyeol kikuk. Chanyeol yang merasa tak mendapat respon menatap gadis di depannya dengan bingung.

“bukankah seharusnya kau juga memperkenalkan dirimu?”
“emm… Lee Jieun imnida.” Jawab gadis yang ternyata bernama Lee Jieun itu lirih. Gadis itu hanya berdiri dengan canggung tangan kanannya memainkan hem bajunya.
Dengan wajah menunduk.

Chanyeol tersenyum melihat tingkah aneh gadis di depannya itu.

“Apa kau takut denganku?.” Ucap Chanyeol mencoba bergurau. Namun sayang Jieun tidak menganggap ucapan Chanyeol adalah sebuah gurauan. Dengan segera gadis itu membungkukkan badannya dan berjalan cepat menuju rumahnya.

Meskipun bingung dengan sikap Jieun yang sangat aneh menurutnya. Chanyeol hanya bisa tersenyum.

“HEY…. SENANG BERKENALAN DENGANMU TETANGGANYA
SUZY.” Teriak Chanyeol pada Jieun yang kini sudah berjalan mendekati rumahnya. Chanyeol kembali tersenyum dengan tingkah anehnya.

“ Apa aku terlalu tampan sehingga dia terlihat canggung dan malu saat memperkenalkan dirinya” Chanyeol tersenyum lebar membenarkan pendapatnya. Dan berjalan berbalik arah menuju halte bus untuk segera pulang.

***
Keesokan harinya, Chanyeol yang sedang duduk di depan kelasnya dengan teman se gangnya. Tertawa saat mendengarkan lelucon yang di lontarkan oleh baekhyun temannya. Namun sesekali matanya melirik seorang gadis yang juga sedang bercanda dengan temannya.

“Yeol, kalau kau terus melirik Suzy seperti itu. aku yakin sebentar lagi matamu akan terus seperti itu dan tidak akan kembali lagi.” ucap Suho dan membuat teman-teman yang
lainnya tertawa.

“Hyung, mau bertaruh. Jika Chanyeol bisa mengajak Suzy mengobrol kali ini, maka aku memberikan video game yang kau inginkan. Tapi jika Chanyeol hyung tidak bisa maka kau harus membiarkan aku berkencan dengan adikmu.” Ucap Kai dan membuat semua memandang Kai dan Suho secara bergantian. Tidak memperdulikan Chanyeol yang menjadi korban dalam hal ini, yang hanya bisa melongo dengan ucapan Kai.

“Setuju. Aku yakin Chanyeol tidak berani mengajak Suzy mengobrol. Sedangkan yang dilakukannya hanya memandang gadis itu seperti seorang penguntit. Dan kau Kai tidak akan pernah bisa mengajak Soon shin berkencan.” Jawab Suho dan mendapat respon anggukan dari yang lain.

“Chanyeol hyung apa kau tidak merasa harga dirimu terluka dengan ucapan Suho hyung. Kau harus membuktikan kalau kau ini adalah pria yang pemberani hyung. Pergilah dan ajak Suzy berbicara atau mungkin kencan setelahnya.” Ucap Kai memprovokasi Chanyeol.

Setelah perdebatan yang dia lakukan didalam kepalanya, Chanyeol menghela nafas lalu menghembuskannya dengan tenang. Dan tersenyum lebar pada teman-temannya.
“Hmm… kau benar Kai. Aku harus berani. Dan kau Suho hyung lihat aku dengan baik-baik.”

Chanyeol pun mulai berjalan kemana arah Suzy dan teman-
temannya berada. Hingga hanya beberapa langkah dia bisa berhadapan langsung dengan Suzy. Namun saat melihat Suzy yang tiba-tiba saja menoleh kearahnya dan menatapnya. Nyali Chanyeol mulai menciut. Dan malah tetap berjalan melewati Suzy dan teman-temannya.

“Hah… Kai bawa video game mu nanti saat kau kerumahu dengan yang lainnya. Dan jangan pernah berpikir untuk mendekati Soon Shin apalagi mencoba mengajaknya berkencan. Hahaha… kalian pikir Chanyeol akan berhasil mendekati Suzy secara langsung huh….” Semua yang mendengar ucapan Suho hanya bisa menghela nafas dengan pundak masing-masing yang menurun. Sedangkan Kai hanya menggerutu menyalahkan Chanyeol.

***
Seperti biasa Chanyeol mengikuti Suzy yang berjalan ke rumah. Dan saat Suzy sudah memasuki rumahnya Chanyeol hanya bisa menghela nafas dalam dengan pundak berat.
Tapi saat melihat tiba-tiba gadis yang kemarin dia lihat keluar dari rumahnya. Chanyeol tersenyum dan menunggu gadis itu untuk berjalan kearah dirinya berada.

“Annyeong…. Tetangganya Suzy.” Sapa Chanyeol setelah gadis itu berada beberapa langkah darinya.
Jieun yang tidak menyadari keberadaan Chanyeol karena sebelumnya dia hanya memandang aspal jalanan yang rapi. Hanya bisa terkejut melihat Chanyeol yang juga memandangnya dengan senyum lebarnya.

“Hey kita bertemu lagi. Jika kau berjalan seperti itu, kau akan mendapat banyak masalah. Seperti misalnya menabrak sesuatu atau mendapat kecopetan.” Ucap Chanyeol bercanda dan berjalan mengikuti arah gadis ini berjalan.
“Apa leluconku garing atau kau memang tidak punya rasa humor jadi kau tidak tertawa bahkan tersenyum?.”

Jieun masih tetap berjalan tidak memperdulikan ocehan Chanyeol. Sedangkan Chanyeol hanya memandang Jieun dengan tatapan aneh.

Jieun yang merasa risih terus dipandangipun akhirnya menatap Chanyeol dengan tatapan tajamnya.

“Maaf, tapi bisakah anda tidak menggangguku lagi. Anggap saja kita tidak pernah bertemu sebelumnya.” Ucap Jieun dengan suara lirihnya. Dan kembali melanjutkan langkahnya. Seakan tidak menggubris perkataan gadis ini, Chanyeol justru
berkomentar.

“Kau mempunyai tatapan mata yang sangat tajam dan cukup menakutkan tapi kenapa suaramu terdengar seperti bisikan?” menganggapnya hanya sebuah angin lalu, jieun masih tetap melanjutkan jalannya.

“Hey… tetangganya Suzy, jam segini kau ingin pergi kemana?. Ah mungkin kau akan pergi kursus. Kursus apa yang kau lakukan. Piano atau balet? Atau mungkin menari?” ucap Chanyeol dengan berbagai pertanyaannya. Yang membuat Jieun mengerutkan keningnya, merasa terganggu dengan keberadaan laki-laki yang masih tetap berjalan di sampingnya. Tapi dia hanya diam tidak menggubris pertanyaan chanyeol.

Chanyeol menoleh ke kanan dan ke kiri. Menyadari kalau sekarang mereka berada di halte bus. Bingung kenapa Jieun tak juga masuk kedalam bus setelah tiga bus datang dan Jieun masih belum juga masuk kedalam bus.

“Yaaa… tetangganya Suzy. Kenapa kau masih saja duduk seperti ini. Sudah ada tiga bus datang kenapa kau tidak juga masuk. Apa kau sedang menunggu seseorang?.” Tanya Chanyeol untuk kesekian kali.

“Jika kau sedang menunggu seseorang kapan dia datang. kenapa kau tidak menghubungi dia saja.” Ucap Chanyeol agi dengan wajah tidak sabarannya.

“Aku tidak tahu.” ucap Jieun dengan suara seperti bisikan.
“Hah,,, kalau begini aku bisa gila.”

“kenapa kau tidak pulang saja. Dan berhenti menggangguku dengan semua pertanyaanmu.” Ucap jieun. dan ini cukup membuat keduanya takjub karena baru kali ini Jieun berbicara dengan panjang dan suara yang tidak seperti bisikan.

“Wah ,,, ternyata kau bisa bicara… aku tidak bisa pulang, sedangkan kau masih tetap disini. Dan langit juga sudah semakin petang. Naluri laki-laki ku akan terasa terlukai jika meninggalkan seorang gadis sendirian di halte bus yang sepi apalagi dengan langit yang mulai petang.” Jawab Chanyeol mendramatisir.

Seakan tidak memperdulikan ucapan Chanyeol, Jieun melihat jam tangannya. Sudah jam setengah enam sore rupanya. Dia pun mengehela nafas kecewa dan berdiri dari duduknya. Lalu berjalan lesu menuju rumahnya kembali. tidak memperdulikan Chanyeol yang memandangnya dengan tidak suka karena lagi-lagi gadis itu menganggap dia tidak ada.

“Kau sudah mau pulang. Kalau begitu hati-hati. Dan jangan memandang ke bawah terus jika berjalan. Kau mengerti.”

Ucap Chanyeol dengan suara keras agar Jieun bisa mendengarnya dari jarak yang lumayan jauh. Saat bus yang ke empat datang, segera Chanyeol memasuki bus yang akan membawanya pulang ke rumahnya.

***
Hari berikutnya Chanyeol masih tetap mengantar Suzy pulang, meskipun masih tetap seperti penguntit. Entah mengapa sulit sekali untuknya bisa berhadapan langsung dengan gadis yang sudah membuat hatinya berdebar dua tahun silam ini.

Dan seperti kemarin dia juga bertemu dengan Jieun yang kini tengah berjalan menuju halte bus. Sedangkan Chanyeol masih dengan semua ocehannya, mencoba mengajak gadis ini untuk merespon gurauannya. Tapi dia lagi-lagi harus menelan rasa kecewa. Karena hanya tatapan kosong yang dia dapat dari jieun.

Chanyeol merasa ada yang tidak beres dengan Jieun, karena baru kali ini semua lelucon yang dia lontarkan tidak ada satupun yang bisa membuat gadis ini tertawa. Atau bahkan sebuah senyumanpun tidak dia lihat di wajahnya yang kecil.

“Sebenarnya siapa yang sedang kau tunggu?.”

“…..”

“Huuhh… kau membuatku frustasi… bisakah kau bicara dan menjawab pertanyaanku?” rengek Chanyeol pada Jieun yang masih tetap diam di tempatnya sambil sesekali melihat kearah kanan mungkin saja bus akan segera datang dan orang yang selama ini ia tunggu akan muncul.

“Hey… sudah ada dua bis lewat. Tapi orang yang kau tunggu belum juga datang. apa orang yang kau tunggu itu tidak punya ponsel huh?”

“Bisakah kau pergi dari sini.” Ucap Jieun dengan tatapan tajamnya seakan siap memakan Chanyeol hidup-hidup.

“Hah…. Akhirnya kau bicara. Tidak. Aku tidak bisa pergi karena aku ini adalah laki-laki gentlemen.”

“Gentlemen your ass.” Desis Jieun.

“Woww.. ternyata kau gadis kecil yang suka mengumpat… tapi ini jauh lebih baik. Dari pada tatapan kosong dan kebisuanmu. Ayo lakukan lagi. Mengumpat lagi.” Chanyeol menyeringai dengan ucapannya sendiri. Entah kenapa dia malah senang dengan Jieun yang menatapnya tajam dan mengumpat padanya dari pada hanya diam dan seakan tidak peduli pada lingkungan sekitarnya.

“Stupid giraffe boy..” bisik Jieun under her breath. Mau tidak mau dia juga merutuk laki-laki di sampingnya ini.

“Hahaha…. Stupid giraffe boy huh?” cengir Chanyeol dan memandang Jieun yang kini sudah kembali dengan wajah emotionless.

“Apa yang kau tunggu ini adalah kekasihmu?”

“…..”

“Apa kau membuat kesalahan. Dan membuat dia marah jadi tidak datang kesini.”

“…..”

Chanyeol menghela nafas tidak percaya.

“Atau kekasihmu bosan padamu karena kau ini gadis emotionless. Mungkin dia tidak akan pernah datang kembali padamu.”

“CUKUP… Apa yang kau tahu! kau ini hanya orang asing. Tidakkah kau berpikir kelakuanmu ini konyol dan bodoh.”

Dengan begitu Jieun bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan Chanyeol yang hanya diam tidak percaya dengan sikap bodoh dirinya sendiri. Membenarkan ucapan Jieun. apa yang terjadi padanya?. Kenapa dia begitu tidak sopan dan berbicara sesuatu yang tidak seharusnya dia ucapkan. Kenapa dia harus bersikap bodoh hanya untuk melihat ekspresi selain blank dari Jieun.

Tbc

W93IU

Advertisements

Author: W93IU

I'M BIGGEST FANS OF IU

2 thoughts on “Replacement

  1. hallo.. aq mampir baca ya..?
    nice ff, tp kok chanyeolnya gak mau deketin Suzy scr terbuka si? bikin gemes dh.. 😀

  2. Pingback: Kumpulan Fanfiction IU&EXO (All Fanfiction EXOIU) | w93iu's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s